• Jalan Raya Tangkuban Parahu No. 517
  • (022) 2786245
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
    • Jurnal
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • LAYANAN
Thumb
531 dilihat       24 Maret 2023

Pentingnya Teknik Pemanenan dan Prosesing yang Tepat Untuk Menjaga Kualitas Benih Bawang Merah

Salah satu tahapan penting dalam produksi benih bawang merah yang bermutu adalah proses pemanenan dan prosesing. Pemanenan dan prosesing yang tepat dapat menentukan kualitas dan hasil yang diperoleh dari benih bawang merah.
Prosesing sendiri memiliki tujuan antara lain untuk menurunkan kadar air pada daun dan leher umbi bawang merah, menghilangkan kotoran dan memisahkan umbi yang baik dan rusak karena mekanis ataupun terkena serangan hama dan penyakit. Lama pengeringan tergantung pada tempat pengeringan, untuk daerah dataran tinggi pada umumnya membutuhkan 7-14 hari setelah panen atau sampai daun menjadi kering, sedangkan didataran rendah pada umumnya membutuhkan waktu 5-7 hari setelah panen. Setelah proses pengeringan maka dilanjutkan dengan penyortiran umbi yang rusak, kecil, dan terkena serangan hama atau penyakit, umbi yang telah disortir diikat dan disimpan dirak yang tersedi digudang penyimpanan.
Simak videonya pada youtube kami : https://www.youtube.com/watch?v=duq52nUsdYE
Prev Next

- Deuis Nurhalizah


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    BRMP Sayuran Gelar Audit Re-Akreditasi Laboratorium SNI ISO/IEC 17025:2017
    11 Sep 2026 - By Raya Virgiawan
  • Thumb
    Abu Vulkanik Sinabung Ancam Benih Bawang Putih di Berastagi
    11 Sep 2026 - By Raya Virgiawan
  • Thumb
    Mengapa Kentang G0 Harus Disortasi?...
    11 Sep 2026 - By Raya Virgiawan
  • Thumb
    Jawa Barat Dorong Percepatan LTT Pajale 2026...
    10 Sep 2026 - By Raya Virgiawan
  • Thumb
    Perkuat Swasembada Pangan, Jawa Barat Dorong Percepatan LTT Pajale 2026
    10 Sep 2026 - By Arya M. Sanjaya

tags

BSIP

Kontak

(022) 2786245
(022) 2788228
[email protected]

Jalan Tangkuban Parahu No. 517 Cikole, Kec. Lembang, Kab. Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat 40391

website: sayuran.brmp.pertanian.go.id

© 2022 - 2026 Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Sayuran. All Right Reserved